Alasan Mengapa Hanya Bumi Yang Dapat Dihuni Makhluk Hidup

    Pernahkah kita bertanya dalam hati mengapa hanya bumi yang ditinggali makhluk hidup dalam sistem tata surya kita, mengapa di planet lain tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan, apakah ada planet lain yang seperti bumi, apakah alien itu ada?

    Kita ketahui bahwa dalam tata surya kita, hanya bumi yang ditinggali makhluk hidup. Kenapa bisa begini?. Apakah hanya karena ada air yang melimpah, atau atmosfer dengan suhu yang bersahabat dan cukup oksigen, atau adanya gaya gravitasi, atau juga ada sebab-sebab lainnya?

    1. Jarak dengan matahari

    Bumi berada pada suatu zona yang disebut sebagai Goldilocks, suatu area disekeliling sebuah bintang, tidak terlalu dekat juga tidak terlalu jauh dengan temperatur tidak terlalu panas juga tidak terlalu dingin yang memungkinkan air berada pada bentuk cair (tidak beku atau menguap).

    Posisi Bumi yang pas. (Sumber foto: exoplanets.nasa.gov)

    2. Ukuran dan komposisi Bumi sebagai Planet Berbatu

    Perkembangan ilmu pengetahuan manusia sampai saat ini menunjukkan bahwa planet berbatu memberikan pondasi yang lebih baik dalam mendukung kehidupan dibandingkan planet lain yang berupa bola gas raksasa seperti Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.

    Bumi memiliki lapisan yang padat dan cair. (Sumber foto: smithsonianmag.com)

    3. Atmosfer yang stabil

    Elemen penting untuk mendukung kehidupan adalah atmosfer. Baik itu atmoser berwujud gas di permukaan planet, ataupun atmosfer jenuh seperti samudera, lautan, sungai dan danau. Komposisi dan kerapatan unsur kimia dalam atmosfer juga sangat berpengaruh. Atmosfer Bumi kaya akan Nitrogen, Karbon Dioksida dan Oksigen yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Jika yang terjadi sebaliknya seperti halnya di planet Mars, dengan atmosfer yang sangat tipis mengakibatkan planet ini sulit untuk dapat mendukung kehidupan.

    Atmosfer Bumi. (Sumber foto: list25.com)

    4. Magnetosfer

    Planet yang di bagian intinya berupa lelehan logam panas memiliki magnetosfer, sebuah medan magnet yang ada disekitar planet tersebut. Magnetosfer Bumi melindungi organisme di Bumi dari radiasi matahari (solar wind) dan radiasi luar angkasa lainnya. Planet lainnya dalam Tata Surya juga memiliki magnetosfer, namun diantara planet berbatu, magnetosfer Bumi adalah yang paling kuat.

    Manetosfer Bumi. (Sumber foto : blogs.egu.eu)

    5. Suhu yang konsisten.

    Dibandingkan dengan dua planet terdekat, suhu bumi bisa dibilang sejuk. Suhu rata-rata di Venus adalah 462 °C dan di Mars -60 °C. Sementara suhu rata-rata Bumi adalah 15 °C. Suhu rata-rata di Bumi ini tidak hanya memungkinkan air bisa berwujud cair (tidak beku atau tidak menguap), tetapi juga menyediakan lingkungan yang relatif stabil bagi organisme. Suhu yang ekstrim membatasi keanekaragaman bentuk kehidupan biologis. Beberapa bakteri mungkin dapat bertahan hidup pada suhu yang ekstrim, namun organisme besar lainnya biasanya akan kesulitan untuk bertahan.

    Suhu di berbagai bagian Bumi. (Sumber foto : space.com)

    6. Keanekaragaman hayati

    Keanekaragaman hidup di Bumi memungkinkan terjaminnya rantai makanan. Variasi spesies makhluk hidup dapat bertahan dan mengalami proses evolusi yang lebih besar. Keragaman kehidupan di Bumi mungkin menjadi satu-satunya alasan yang membuat kehidupan di Bumi dapat berlanjut setelah kepunahan sebagian besar makhluk hidup pada saat jaman es ataupun bencana besar sebelumnya.

    Aneka kehidupan di Bumi. (Sumber foto : awesomeocean.com)

    7. Keberadaan Bulan

    Bulan memiliki pengaruh yang luar biasa dalam menstabilkan Bumi kita ini. Tanpa adanya bulan, Bumi akan berotasi dengan cepat sehingga satu hari hanya berlangsung selama 4 jam saja. Pengaruh Bulan sanggup memperlambat rotasi Bumi sampai ke waktu nyaman 24 jam. Selain itu, Bulan juga membantu Bumi menstabilkan rotasi tetap pada porosnya.
    Bulan juga menjadi penyebab pasang surut air laut. Zona pasang surut air laut disekitar pantai diyakini telah membantu proses evolusi hewan laut perlahan beradaptasi dengan daratan yang akhirnya memungkinkan mereka muncul ke daratan.

    Bulan, satu-satunya satelit Bumi. (Sumber foto: earth.com)

    8. Stabilitas Matahari

    Matahari kita termasuk bintang yang biasa-biasa saja dalam hal ukuran dan aktivitas. Sebuah kabar baik. Itu berarti panas dan radiasi biasanya konsisten meskipun kadang-kadang terjadi letupan radiasi, yang bisa dibilang biasa karena Bumi selamat dari letupan-letupan tersebut selama ribuan tahun.
    Matahari kita juga merupakan bintang soliter, hanya dikelilingi oleh planet-planet. Ada pendapat bahwa 85% bintang di Bima Sakti adalah bintang biner, dekat dan saling mengorbit dengan bintang yang lain. Gaya gravitasi dari bintang-bintang yang saling mengorbit berpotensi membahayakan planet-planet di sekelilingnya.

    Matahari. (Sumber foto: sherwoodparkweather.com)

    9. Lapisan Ozon

    Lapisan Ozon mirip dengan magnetosfer, berfungsi sebagai penahan radiasi Matahari khususnya radiasi sinar Ultra Violet (UV). Ozon merupakah hasil dari atmosfer Bumi yang padat dan kompleks. Walaupun banyak planet lain juga memiliki atmosfer yang kuat dan padat, kemungkinan besar tidak memiliki lapisan Ozon.

    Lapisan Ozon. (Sumber foto : pbs.org)

    10. Banyaknya air di Bumi

    Air pada sebuah planet adalah salah satu penunjang utama untuk makhluk memulai kehidupannya. Namun untuk dapat menunjang kehidupan, diperlukan air dalam jumlah yang tidak sedikit. Bumi memiliki lebih dari cukup air, bahkan sebagian besar permukaan Bumi berupa lautan. Beberapa teori menyatakan bahwa air di Bumi berasal dari tabrakan antara Bumi dengan komet yang mengandung es pada masa lampau.

    Bumi memiliki air yang melimpah. (Sumber foto: stocksy.com)

    11. Jupiter sebagai penyedot debu Tata Surya

    Pada tahun 1994, terjadi peristiwa besar yang membuat takjub para astronom. Komet Shoemaker-Levy pecah menjadi 9 buah dan menabrak planet Jupiter. Dampak yang terjadi pada planet ini sungguh menakutkan, ini menjadi pengingat tentang nilai penting Jupiter bagi Tata Surya kita. Dengan gaya gravitasinya yang sangat kuat, Jupiter seolah-olah menjadi mesin penyedot debu yang menarik asteroid, komet dan meteor menuju kearahnya dan menjauhi planet-planet lain termasuk Bumi.

    Gaya gravitasi Jupiter yang kuat menarik komet dan asteroid kearahnya (Sumber foto: Sciencesource.com)

    12. Tata Surya yang stabil

    3,3 hingga 4,5 juta tahun yang lalu, Tata Surya kita adalah lingkungan yang sangat tidak stabil. Orbit gas raksasa di tepi luar Tata Surya kita berada pada jarak yang lebih dekat dan tidak konsentris sehingga menghasilkan pusaran batuan dan komet es yang terus menerus bertabrakan dengan planet-planet.

    Kehidupan apa pun pada saat itu tidak memiliki peluang selamat dari kekacauan ini selain mungkin bakteri yang paling tangguh dan terkubur di dalam perut Bumi. Ada jutaan sistem tata surya yang mengalami hal serupa. Kita beruntung memiliki Tata Surya yang relatif stabil dalam hal orbit planet.

    (Sumber foto : universe-beauty.com)

    13. Lokasi Bumi di tepian galaksi

    Tata Surya kita berada di ujung lengan spiral bernama Orion Arm, dua pertiga perjalanan dari pusat ke tepian galaksi. Sebuah lokasi yang relatif stabil dan aman. Bintang-bintang dan tata surya yang dekat dengan pusat galaksi berada pada lingkungan yang ramai dimana tabrakan antar benda langit dan tingkat radiasinya lebih tinggi dibandingkan mereka yang berada di tepian galaksi. Di pusat galaksi juga terdapat Black Hole yang sangat besar yang mempengaruhi benda langit disekitarnya.

    Lokasi Bumi di sisi tepi galaksi Bima Sakti. (Sumber foto: quora.com)

    14. Galaksi yang stabil

    Galaksi juga punya peranan penting bagi kehidupan di Bumi. Galaksi Bima Sakti relatif lebih kecil dibandingkan galaksi-galaksi yang lain di alam semesta. Banyak galaksi yang padat, masif dan saling bertabrakan yang mengakibatkan terjadinya peristiwa-peristiwa dramatis atau bencana besar.
    Sebenarnya galaksi Bima Sakti kita ini berada dijalur tabrakan dengan galaksi Andromeda, namun untuk saat ini kita tidak perlu khawatir karena peristiwa tersebut masih sangat lama, yaitu sekitar 3 Milyar tahun lagi.

    Galaksi Bima Sakti rumah kita semua. (Sumber foto: eso.org)

    15. Stabilitas alam semesta Quantum

    Alam semesta kita ini secara umum relatif stabil dengan hukum gerak, energi, materi, dan gravitasi yang secara konsisten berlaku di seluruh bagian alam semesta. Ada teori yang menyatakan bahwa mungkin saja ada alam semesta lain, yang pararel dengan alam semesta yang kita tempati ini. Bagaimana jika tatanan alam semesta pararel itu tidak stabil seperti alam semesta kita?. Walau sampai saat ini hal tersebut masih tampak tidak masuk akal, setidaknya yang sudah kita ketahui adalah alam semesta kita nyatanya memungkinkan makhluk hidup untuk tetap bertahan hidup.

    Parallel universe. (Sumber foto: cnrs.fr)

    Sampai saat ini, yang kita ketahui kehidupan hanya ada di Bumi. Mari kita rawat Bumi ini, sehingga tetap lestari untuk anak cucu dikemudian hari. Sampai mungkin nanti tiba saatnya, manusia mampu menemukan bumi-bumi lain dan berhasil pergi dan membuat koloni disana.

    Disarikan dari : learnastronomyhq.com

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda
    Silakan masukkan nama anda