Mengenal Aturan Bosman

Seringkali dunia sepakbola menyuguhkan sensasi saat terjadi perpindahan alias transfer pemain antar klub yang nilainya sangat fantastis, diluar akal sehat masyarakat kebanyakan. Bagaimana tidak, nilai transfer dan gaji pemain bintang bisa sangat besar, teramat besar untuk gaji seorang pekerja pada umumnya. Rekor transfer pemain termahal sampai tulisan ini dirilis dipegang oleh Neymar Jr. dari Barcelona ke PSG sebesar 262juta dollar. Ini setara dengan harga 3 unit pesawat Boeing 737-700.

Transfer pemain gila-gilaan seperti ini mungkin kita tidak temui tanpa andil seorang pemain bola yang anda mungkin tidak pernah mendengar namanya. Da adalah seorang pemain tengah dari Belgia bernama Jean-Marc Bosman.

Siapakah Jean-Marc Bosman?

Pada tahun 1990, Bosman yang pada waktu itu berusia 25 tahun sudah hampir habis masa kontraknya sebagai pemain klub divisi dua liga Belgia, RFC Liege. Perjalanannya selama dua tahun di klub tersebut berjalan kurang mulus, sampai akhirnya dia mendapat tawaran kontrak yang lebih baik dari klub divisi dua Perancis, Dunkirk.

Namun proses kepindahannya tidak berjalan mulus. Pada waktu itu, seorang pemain tidak dapat berpindah ke klub lain meskipun masa kontraknya sudah habis tanpa mendapat persetujuan dari klub lamanya, atau calon klub barunya bersedia membayar sejumlah biaya.

RFC Liege meminta kompensasi yang nilainya jauh diatas kemampuan Dunkirk, dan ketika kepindahannya gagal dilakukan, upah Bosman di Liege dipotong sekitar 75 persen.

Bosman Melawan

Bosman memulai pertarungannya bersama dua orang pengacara Luc Misson dan Jean-Louis Dupont. Mereka membawa kasus ini ke Pengadilan Eropa melawan tiga entitas besar: Federasi Sepakbola Belgia, klub RFC Liege dan UEFA. Ia mengutip Perjanjian Roma tahun 1957, yang menjamin kebebasan perpindahan pemain di mana saja di Eropa.

Jean-Marc Bosman (tengah) diapit dua orang pengacaranya, Luc Misson (kanan) dan Jean-Louis Dupont (kiri) – (Sumber foto: skysport.com)

Disaat penuh perjuangan itu, karier Bosman di lapangan gagal. Dia dilarang tampil bermain oleh federasi Belgia karena tidak menandatangani kontrak (yang sudah dipotong nilainya) dari Liege. Sementara itu, sebagian besar klub lain tidak mau menyentuhnya dan dia hanya sempat bermain pada periode yang singkat di Saint Quentin dan Saint Denis di Prancis, bersama dengan beberapa klub liga yang lebih rendah.

Perjuangan hukum yang berat selama lima tahun akhirnya berakhir manis. Pada tanggal 15 Desember 1995 pengadilan Eropa memenangkan gugatannya. Namun, Bosman saat itu sudah pensiun sebagai pemain. Dia hanya mendapatkan ganti rugi yang ditengarai nilainya tidak begitu besar.

Keberhasilan Bosman memenangkan gugatan tersebut memunculkan tiga aturan baru yang dikenal sebagai aturan Bosman. Ketiga aturan itu adalah:

  1. Melarang adanya nilai transfer untuk pemain yang kontraknya sudah berakhir. Sebelum itu, klub bisa mendapatkan kompensasi dari transfer pemain, meskipun pemain tersebut telah habis kontraknya. Selain itu, klub juga bisa mengganjal kepindahan pemain yang habis masa kontraknya ke klub lain dengan meminta kompensasi dari calon klub baru pemain tersebut.
  2. Klub tidak berhak menahan pemain yang masa kontraknya selesai untuk mendapatkan kompensasi. Pemain tersebut masuk kategori bebas transfer dan bisa bernegosiasi dengan calon klub baru saat kontrak bersama klub sebelumnya tersisa enam bulan. Jika pemain tersebut menandatangani kontrak dengan klub lain, klub sebelumnya tidak mendapatkan uang sepeserpun. Klub pembelinya bisa menjadikan nilai transaksi tersebut sebagai gaji bagi pemain itu dalam masa kontrak.
  3. Menolak batasan pemain asing yang boleh bermain dalam satu pertandingan di liga dalam negara-negara Eropa, seperti yang diberlakukan UEFA. Sebelumnya, UEFA menetapkan peraturan “3+2” untuk pemain asing yang turun dalam kompetisi Eropa, yakni hanya tiga pemain luar Uni-Eropa dan dua pemain asimilasi, yaitu pemain asing yang sudah bermain di liga bersangkutan melalui jalur pemain muda.

Apa dampak dari adanya aturan Bosman?

Putusan itu memungkinkan seorang pemain untuk meninggalkan klub dengan status bebas transfer segera setelah kontraknya berakhir, yang berarti mereka memiliki hak untuk menuntut kontrak dan gaji yang besar dari klub barunya untuk mengganti biaya transfer yang tidak ada.

Pemain yang kontrak hampir habis juga bisa meminta lebih banyak uang dari klub mereka saat ini, yang merasa takut kehilangan pemain tersebut secara gratis jika tuntutan tidak terpenuhi.

Beberapa pihak menyebut, para pemain andalan yang kontraknya bakal berakhir, bisa “memeras” klub untuk memberikan tawaran gaji jauh lebih tinggi. Jika hal itu tidak dipenuhi, pemain bisa pergi ke klub lain yang mau menampungnya dan memberikan pendapatan besar.

Pemain bintang yang diuntungkan oleh aturan Bosman

Segera setelah aturan Bosman ditetapkan, beberapa pemain bintang merasakan manfaatnya. Pada 1996, Ajax Amsterdam tidak bisa menahan Edgar Davids yang lebih memilih gabung ke AC Milan ketimbang memperpanjang durasi kontraknya. Contoh lain adalah kepindahan Brian Laudrup dari Rangers ke Chelsea, Steve McManaman dari Liverpool ke Real Madrid.

Dampak dari penerapan aturan Bosman mulai terasa besar saat Sol Campbell pindah sesama klub London dari Tottenham ke rivalnya Arsenal pada tahun 2001. Pemain bertahan tersebut memperoleh bayaran £60.000 per minggu, ditambah bonus, dan biaya penandatanganan kontrak sekitar £2juta setahun.

Sol Campbell menerima bayaran £60.000 per minggu dari Arsenal – (Sumber foto : thesun.co.uk)

David Beckham juga pernah merasakan berada dalam posisi Bosman. Menjelang kontraknya bersama Real Madrid berakhir, Beckham memutuskan menandatangani kontrak bersama Los Angeles Galaxy dan akan pindah pada awal Juli 2007.

Pihak Real Madrid, terutama pelatih Fabio Capello, merasa Beckham tidak akan lagi fokus membela tim selama periode Januari-Juni 2007. Capello lantas membangkucadangkan Beckham dalam beberapa laga setelah sang pemain meneken kontrak bersama LA Galaxy.

Akan tetapi, Beckham menunjukkan sikap profesional dengan terus berlatih bersama tim. Akhirnya ia memperoleh kepercayaan dari Capello lagi dan ia menjadi salah satu pemain yang memiliki peran penting membawa Real Madrid menjuarai La Liga Spanyol pada musim 2006-2007.

Apa dampak lain dari aturan Bosman?

Sebelum adanya aturan Bosman, ada aturan “tiga-plus-dua” di kompetisi Eropa, yang berarti mereka tidak bisa menyebut lebih dari tiga pemain asing dalam skuad mereka untuk pertandingan di benua itu, dengan dua tambahan pemain asing yang telah menjadi bagian dari klub melalui akademi klub .

Pada tahun 1994, UEFA memutuskan bahwa pemain Wales dan Skotlandia dianggap sebagai orang asing bagi tim Inggris, manajer Manchester United Sir Alex Ferguson saat itu terpaksa mengganti kiper utama Peter Schmeichel dengan Gary Walsh dalam sebuah laga di babak grup Liga Champions melawan Barcelona yang berakhir dengan kekalahan telak 4-0.

Setelah aturan Bosman diterapkan, klub-klub bebas untuk memainkan semua pemain Uni Eropa. Pada tahun 1999, Manchester united kembali bersua dengan Barcelona, kali ini United tidak lagi terikat aturan “tiga-plus-dua”, Ferguson dapat leluasa memilih pemain yang akan dia mainkan. Tercatat ada delapan “pemain asing” yang bermain pada laga melawan Barcelona tersebut.

Klub-klub juga bebas menandatangani pemain mana pun dari negara-negara Uni Eropa. Pada Boxing Day 1999, Pertandingan antara Chelsea melawan Southampton menjadi tonggak sejarah pertama kalinya keseluruhan 11 pemain Chelsea yang bertanding di lapangan adalah pemain asing.

Seluruh pemain Chelsea berasal dari luar Inggris – (Sumber foto: express.co.uk)

Nasib Bosman saat ini

Aturan Bosman memberi pengaruh besar pada persepakbolaan modern. Perjuangan pemain Belgia tersebut ternyata lebih banyak dinikmati oleh pemain lain daripada dirinya sendiri. Meskipun ia menerima paket kompensasi sebesar £312.000 pada tahun 1998, sejak itu berjuang dengan kecanduan alkohol serta depresi.

Bosman mengatakan kepada Daily Mail dalam sebuah wawancara: “Saya masih menunggu yang lain untuk mengucapkan terima kasih – Ronaldo, Beckham, semuanya.”

(Referensi : skysport.com, bola.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda
Silakan masukkan nama anda