Suhu Planet Dalam Tata Surya Kita

    Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa bumi kita ini adalah satu-satunya planet dalam tata surya yang dapat dihuni oleh makhluk hidup. Semua planet yang lain tidak memiliki atmosfer yang mendukung pernafasan makhluk hidup. Selain itu, planet-planet tersebut mempunyai suhu yang ekstrim, terlau panas atau terlalu dingin. Planet yang terlalu dekat dengan matahari panas dan beracun, sementara planet yang terlalu jauh jadi dingin dan membeku.

    Hal lain yang mempengaruhi suhu permukaan sebuah planet adalah posisi relatif planet tersebut terhadap matahari. Beberapa planet terkunci secara tidal, yang berarti bahwa planet tersebut memiliki salah satu sisi yang terus-menerus menghadap ke arah matahari. Planet yang lain ada juga yang dihangatkan oleh kekuatan geologis internal dari dalam planet itu sendiri dan mencapai suhu yang tidak bergantung pada paparan sinar matahari.

    Jadi seberapa panas dan dingin planet-planet di dalam tata surya kita?

    Merkurius

    Dari delapan planet kita, Merkurius adalah yang paling dekat dengan Matahari. Dengan demikian, orang pasti mengira Merkurius memiliki suhu terpanas dalam tata surya kita. Namun, karena Merkurius juga tidak memiliki atmosfer dan ia juga berotasi dengan sangat lambat dibandingkan dengan planet-planet lain, suhu permukaan sangat bervariasi.

    Sisi yang terpapar sinar matahari akan tetap terpapar untuk beberapa waktu, yang memungkinkan suhu permukaan mencapai 465 °C. Sementara itu, di sisi sebaliknya, suhu bisa turun hingga -184 °C. Karenanya, suhu di Merkurius bervariasi antara panas dan dingin ekstrem sehingga bukan menjadi planet terpanas di tata Surya kita.

    Venus

    Predikat planet terpanas dalam tata surya jatuh ke Venus, planet terdekat kedua dengan matahari. Venus memiliki suhu permukaan rata-rata tertinggi mencapai hingga 460 °C. Ada dua hal utama mengapa Venus menjadi sangat panas, yang pertama adalah kedekatan Venus dengan matahari. Penyebab yang kedua adalah atmosfer Venus yang sangat rapat, terdiri dari awan tebal karbon dioksida dan sulfur dioksida.

    Gas-gas ini menciptakan efek rumah kaca yang kuat yang memerangkap sebagian besar panas matahari di atmosfer dan mengubah permukaan planet menjadi bentang alam yang tandus. Permukaan Venus juga ditandai oleh gunung berapi yang luas dan aliran lava, dan turunnya hujan asam sulfat. Bandingkan dengan hujan air yang segar di bumi.

    Bumi

    Bumi adalah planet ketiga dari Matahari, dan sejauh ini adalah satu-satunya planet yang kita ketahui yang mampu mendukung kehidupan. Suhu permukaan rata-rata di sini adalah sekitar 14 °C, tetapi bervariasi karena sejumlah faktor. Posisi unik bumi dimana posisi porosnya agak miring, mengakibatkan kondisi dimana dalam waktu-waktu tertentu setiap tahunnya, ada satu belahan bumi condong ke arah Matahari sementara belahan bumi yang lain condong menjauh.

    Hal ini tidak hanya menyebabkan perubahan musim, tetapi memastikan bahwa tempat-tempat yang terletak lebih dekat ke garis khatulistiwa lebih panas, sementara yang terletak di daerah kutub lebih dingin. Tidak mengherankan mengapa suhu terpanas yang pernah dicatat di Bumi berada di gurun Iran (70,7 °C) sedangkan suhu terendah tercatat di Antartika (-89,2 °C).

    Mars

    Suhu permukaan rata-rata Mars adalah -55 °C, tetapi planet merah ini juga mengalami beberapa variabilitas, dengan suhu berkisar antara 20 °C di daerah khatulistiwa selama tengah hari, hingga -153 °C di daerah kutub. Rata-rata, itu jauh lebih dingin daripada Bumi. Jarak dari matahari dan atmosfernya yang tipis menyebabkan Mars tidak cukup untuk menahan panas.

    Selain itu, suhu permukaannya dapat bervariasi hingga 20 °C karena orbit yang unik dari Mars. Pada titik tertentu dalam orbitnya, planet ini lebih dekat ke matahari, namun pada titik yang lain, ia berada pada jarak yang lebih jauh.

    Jupiter

    Pada dasarnya Jupiter adalah planet gas raksasa, ia tidak memiliki permukaan padat, sehingga tidak memiliki suhu permukaan. Tetapi pengukuran yang diambil dari puncak awan di sekeliling Jupiter menunjukkan suhu sekitar -145 °C. Lebih dekat ke pusat, suhu planet meningkat karena tekanan atmosfer.

    Pada titik di mana tekanan atmosfer sepuluh kali lipat dari yang ada di Bumi, suhunya mencapai 21 °C, yang kita anggap sebagai “suhu ruangan yang nyaman”. Pada inti planet ini, suhunya jauh lebih tinggi, sampai 35.700 °C (yang bahkan lebih panas daripada permukaan matahari).

    Saturnus

    Karena jaraknya dari matahari, Saturnus adalah planet raksasa gas yang dingin, dengan suhu rata-rata -178 °C. Tetapi karena kemiringan Saturnus, belahan selatan dan utara memiliki suhu yang berbeda, menyebabkan variasi suhu musiman.

    Dan seperti halnya Jupiter, suhu di atmosfer atas Saturnus terasa dingin, tetapi semakin dekat ke pusat planet. Di inti planet ini, suhu diyakini mencapai setinggi 11.700 °C.

    Uranus

    Uranus adalah planet terdingin di dalam tata surya kita, dengan suhu terendah -224 °C. Terlepas dari jaraknya dari Matahari, faktor penyumbang terbesar terhadap sifat dinginnya berhubungan dengan inti dari planet ini.

    Sama seperti planet gas raksasa lainnya di tata surya kita, inti dari Uranus mengeluarkan lebih banyak panas daripada yang diserap dari Matahari. Namun, dengan suhu inti sekitar 4.737 °C, interior Uranus hanya memberikan seperlima panas yang dimiliki Jupiter dan kurang dari setengah yang dimiliki Saturnus.

    Neptunus

    Dengan suhu dinginnya hingga -218 °C di atmosfer bagian atas, Neptunus adalah salah satu yang planet terdingin di dalam tata surya kita. Dan seperti raksasa gas lainnya, Neptunus memiliki inti yang jauh lebih panas, yaitu sekitar 7.000 °C.

    Dengan kondisi ekstrim antara sangat panas dan sangat dingin, Bumi kita ini menjadi satu-satunya planet yang “layak huni”, karena memiliki suhu rata-rata yang tepat untuk mendukung kehidupan. Oleh karena itu, mari kita jaga kondisi bumi kita ini agar selalu layak huni.

    (Sumber)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda
    Silakan masukkan nama anda