Apa Itu Unicorn?

Istilah unicorn hangat diperbincangkan. Mulai ramai disebut orang setelah empat perusahaan rintisan (startup) Indonesia di bidang teknologi masuk kedalam kategori perusahaan unicorn. Lalu apa yang dimaksud dengan unicorn itu?

Mengutip dari laman Wikipedia, Unicorn adalah perusahaan rintisan (startup) swasta yang mempunyai valuasi lebih dari 1 miliar Dollar Amerika Serikat (jika dikonversikan dalam rupiah kira-kira bernilai lebih dari 14 triliun rupiah). Istilah ini pertama kali dicetuskan pada tahun 2013 oleh Aileen Lee, pendiri perusahaan Cowboy Ventures. Dia mengambil nama hewan mistis tersebut untuk menunjukkan kelangkaan jumlah perusahaan yang berhasil menembus angka valuasi 1 miliar dollar Amerika Serikat saat itu (hanya 39 perusahaan).

Valuasi adalah nilai ekonomi dari sebuah bisnis. Jika ada sebuah perusahaan yang mempunyai valuasi Rp. 1 triliun, maka siapa pun yang ingin membeli mengakuisisi penuh perusahaan tersebut harus menyediakan uang minimal Rp1 triliun. Angka valuasi ini biasanya dijadikan acuan untuk mengukur seberapa besar potensi bisnis sebuah perusahaan.

Ada beberapa tingkatan untuk unicorn. Saat sebuah startup terus berkembang dan meningkat nilai valuasinya lebih dari 10 miliar dollar Amerika (140 triliun rupiah), perusahaan itu akan masuk dalam kategori decacorn. Kemudian jika valuasi perusahaan tersebut mencapai 100 miliar dollar Amerika (1400 triliun rupiah), mereka masuk dalam kategori hectocorn.

Siapa saja unicorn dari Indonesia?

Sampai awal 2019 ini, ada empat startup teknologi di Indonesia yang menyandang predikat unicorn, yaitu : Go-jek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak.

Go-jek
Pendiri: Nadiem Makarim
Valuasi: USD 9,5 miliar
Investor: Tencent Holdings, JD.com, New World Strategic Investment, Google, Temasek Holdings, Hera Capital, Astra International dan GDP Ventures

Tokopedia
Pendiri: William Tanuwijaya
Valuasi: USD 7 miliar
Investor: Alibaba Group, Softbank Group, Sequoia Capital

Traveloka
Pendiri: Ferry Unardi
Valuasi: USD 4,1 miliar
Investor: Expedia, GFC, Sequoia Capital, Hillhouse Capital, dan JD.com

Bukalapak
Pendiri: Achmad Zaky
Valuasi: USD 1 miliar
Investor: Ant Financial, Mirae Asset, Maver Asia, GIC dan Emtek Group

Kita tunggu siapakah dari empat startup tersebut yang pertama kali masuk kedalam kelompok decacorn, juga siapa startup lain yang mengikuti jejak mereka menjadi unicorn kelima di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda
Silakan masukkan nama anda