Pak Budi pusing tujuh keliling. Harapan menikmati asrinya taman depan rumahnya yang baru jadi sirna. Tanaman hias dan bunga yang baru ditanam berantakan diobrak-abrik ayam peliharaan tetangganya. Dia semakin pusing karena saat mengadu ke tetangganya, ternyata respon tetangganya sungguh ajaib : “ayam-ayam itu adalah makhluk Tuhan juga. Ia bebas mencari makan kemana ia suka. Kita sebaiknya tidak mengekangnya”

Pak Budi sudah kehabisan akal untuk mengusir ayam-ayam tetangga itu dari taman rumahnya. Dia telah mencoba segala cara namun tidak membuahkan hasil.

Suatu hari, seorang kawan datang berkunjung ke rumah pak Budi. Ia memperhatikan taman depan rumah pak Budi yang berantakan.

“Mengapa taman mu acak-acakan seperti itu?”

Pak Budi menjawab: “Bingung saja, tanaman-tanaman itu dirusak oleh ayam peliharaan tetangga yang dilepas berkeliaran begitu saja. Sudah kulaporkan ke pemiliknya tapi belum berhasil. Ayam-ayamnya masih saja dilepas berkeliaran kemana-mana.”

“hmm.. coba saya ada ide. Kamu beli setengah lusin telur ayam, lalu nanti malam letakkan dibawah tanaman hias yang ada di sudut tamanmu itu.”

“lalu?”

“Besok pagi, saat tetanggamu ada di depan rumahnya, sapalah dia sambil memunguti telur-telur yang kamu letakkan tadi malam”

“Terus?”

“Sudah itu saja”

Pak Budi garuk-garuk kepala. “cara yang aneh”. Walau tak habis pikir tapi dia putuskan untuk mengikuti saran kawannya itu. Pak Budi pergi ke warung, beli setengah lusin telur ayam, lalu pada malam harinya dia letakkan di bawah tanaman hias yang ada di sudut taman.

Keesokan hari, saat tetangganya bersantai menghirup udara pagi di depan rumahnya, pak Budi lalu menyapa tetangganya itu sambil memunguti telur ayam yg dia letakkan semalam. Persis seperti saran temannya kemarin.

Keesokan harinya saat keluar rumah, pak Budi terperangah, ayam-ayam tetangganya tak terlihat, seekorpun tak ada. Ghoib seperti ditelan bumi.

Pak Budi semakin bingung…

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda
Silakan masukkan nama anda disini