Disclaimer :Β  Ini bukan tentang bias gender atau tentang sistem patriarki, akan tapi tentang keselamatan berkendara di jalan raya. Ini juga bukan generalisasi atau stereotype, bisa juga ditemui pada pengendara laki-laki. Penggunaan kata mbak atau ibu semata-mata karena saya sering menemuinya di jalan.

Ngebut. Entah karena terburu-buru, hobi balap, motornya baru atau berat badan yang tidak terlalu berat, mbak-mbak suka menggeber motor kencang-kencang.

Ngebut

Memotong jalur kendaraan lain. Pada kondisi jalanan yang ramai atau hendak belok kiri/kanan, mbak-mbak-ibu-ibu gemar mendahului lalu main potong jalur kendaraan yang didahuluinya.

Memotong jalur

Belok mendadak. Mungkin karena karakternya yang misterius, suka belok arah tanpa menunjukkan gelagat sebelumnya. Pastikan rem anda berfungsi secara optimal.

Belok atau pindah jalur secara mendadak

Belok tanpa menyalakan lampu sein. Ini masih ada hubungannya dengan poin nomer 3, hati perempuan lebih dalam dari palung samudera.

Tanpa sein

Belok dengan lampu sein yang salah. Kena deh, anda sudah berhasil dikibulin.

Sein kiri belok kanan

Belok kanan dari sisi kiri atau sebaliknya. Ini tentu terinspirasi oleh teknik balap MotoGP. Valentino Rossi pasti akan mengambil posisi paling kiri jika hendak memasuki tikungan kekanan.

Mirip cara belok pembalap

Memegang stang kemudi dengan tangan terbalik. Ini perlu keterampilan khusus. Anda patut melihat CV mereka, mungkin dulunya pernah menjadi anggota rombongan sirkus.

Atraksi

Saya duluan. Entah karena terbiasa dimanja dirumah, mbak-mbak-ibu-ibu cenderung ingin didahulukan jika berada pada situasi 50-50, misalnya ketika berada di persimpangan jalan.

Pokoknya saya mau lewat

Berkendara di tengah jalur dengan kecepatan rendah. Untuk yang satu ini saya curiga mereka telah dipengaruhi tagline dari iklan mobil Toyota Fortuner “the world is mine”. Berasa jalan milik sendiri tidak ada pengendara yang lain.

Jalur saya sendiri

Pindah-pindah jalur. Bahkan pembalap F1 Sergio Perez yang mengantongi SIM super mesti dihukum berat karena berpindah ke jalur balap pembalap lain dan mengakibatkan tabrakan.

Warming up lap balap F1

Spion sebagai aksesoris. Spion dianggap sebagai sarana untuk menghindari tilang. Kadang-kadang posisinya justru diarahkan ke wajah. Penampilan memang patut dijaga.

Sekali lagi ini bukan untuk bahan debat kusir, mungkin ada sarkasme disana sini, namun ini semata-mata untuk kenyamanan dan keselamatan bersama. Sebagaimana yang sering diucapkan, “semoga selamat sampai di tempat tujuan”.

Bagaimana dengan anda, ada koreksi atau justru mau menambahkan point ke-12, 13, dst ? πŸ˜€

13 KOMENTAR

  1. beberapa kali pernah jadi korban nomer 3 dan 9, dan sampai sekarang, saya ga pernah bisa niru nomer 7 :)). superb deh yang bisa :v
    terimakasih tulisannya mas Pram, saya yakin ini hasil pengamatan sehari2 hihi. semoga bisa jadi peringatan buat pengendara kendaraan bermotor yg berjenis kelamin perempuan pada khususnya dan pengendara kendaraan bermotor yang lain pada umumnya. mari tertib berlalu lintas :v

    • Hehehe hasil pengamatan dan penelitian yang kurang ilmiah. Tak kuasa untuk tidak menulis ini setelah tempo hari dipepet ibu-ibu. Jalanan sepi nyenyet beliaunya santai ditengah jalan, secara normal dan sesuai etika lalu lintas, saya coba mendahului dari kanan, eh lah beliaunya mlipir kekanan (lampu sein off), lalu saya nggeser mau nyalip dari kiri, beliaunya dengan tenang nggeser kekiri. Saya kekanan lagi, beliaunya dengan cekatan kekanan lagi. Saya kiri, beliau kiri. Kanan-kanan kiri-kiri, haha..

  2. saya sebagai pengendara kendaraan bermotor dan sering juga sebagai korban turut prihatin. buat mbak-mbak-ibu-ibu tak boncengke nyalip truk gandeng yuk..! (FYI truk’e mlaku lho ora mandeg) 😐

    • Suatu hari di sekitar daerah Tanggul Jember, saya dan banyak pengendara kendaraan lain yang agak kesulitan mendahuli satu truk gandeng. Berkilo-kilo jauhnya baru bisa nyalip, itu saja pas truknya ngerem karena mendekati perlintasan kereta api dan jalur arah berlawanan sangat selo. Setelah berhasil mendahuluinya, saya jadi mawas diri kenapa manuver ini sulit dilakukan. Ternyata truk gandeng itu sedang mogok dan baru ditarik oleh truk gandeng yang lain…

  3. Kalo di area sini mas Pram, banyak ibu ibu bawa rombong di belakang, penuh dengan belanjaan atau kalau ekstrim kambing 4 ekor.. di setang banyak belanjaan digantung di kresek, tapi bawa anak-anak mbonceng di depan si ibu.. tapi hebatnya masih bisa ngepat ngepot bikin panik belakangnya πŸ˜€

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda
Silakan masukkan nama anda disini