…setelah berpuluh purnama berlalu, kini saatnya aku gowes lagi…

Hehe anda benar, kalimat diatas sungguh lebay maksimal. Nyatanya saya cukup sering bersepeda, walau itu cuma keliling kampung duet sama anak lanang tiap minggu pagi. Atau sesekali gowes menyusuri jalanan kota ikutan acara fun bike sambil ngarep dapat hadiah handuk atau payung cantik.

Namun jika gowes itu maksudnya adalah bersepeda melalui trek menantang ala ninja Hattori yang suka mendaki gunung turuni lembah, maka memang sudah sangat lama saya tidak mencobanya lagi. Duluuu sekali saya pernah gowes dengan rute off road, melewati jalan-jalan tidak rata perkebunan kopi di pelosok kabupaten Banyuwangi. Walau itu kejadiannya sudah sangat lama dan saya nyaris klenger lalu sepeda saya terpaksa diambil alih oleh teman saya yang lebih kuat, tetap saja judulnya saya pernah gowes lewat trek menantang.

Waton Gayeng

Kebetulan di kantor saya banyak teman penggemar batu akik sepeda. Dalam naungan paguyuban “Pit-pitan waton gayeng”, mereka sangat aktif berdiskusi membahas seluk beluk sepeda. Mulai hobi merakit sepeda, hobi menaiki sepeda, sampai hobi jual beli sepeda. Akhir pekan adalah waktunya bagi mereka keluar bersepeda bersama. Banyaknya obyek menarik disekitar kota Jogja sedikit banyak memberi alternatif tujuan gowes. Candi Boko, candi Ijo, candi Abang, embung tambak boyo, curug Pulosari, atau jalur segar pesawahan di daerah Pakem sudah mereka kunjungi.

Masalahnya adalah saya ini selalu konsisten absen. Tiap kali berembug mau gowes, selalu saja bentrok dengan acara yang lain. Selalu begitu, sampai akhirnya mereka jengah dan mengultimatum saya : “pilih ikut gowes atau dicolek bencong?” Pilihan terakhir ini sungguh membikin saya risau. Akhirnya dengan sedikit terpaksa, ikutlah saya gowes bareng mereka. Coba anda bayangin gimana ngerinya dicolek bencong?

Rute gowes minggu ini termasuk kategori ringan bagi orang lain tapi berat bagi saya : Warung Ijo di kecamatan Pakem, Sleman. Sebuah kota kecil di lereng gunung Merapi. Bisa dibayangkan rute yang akan kami lalui pastinya didominasi oleh trek tanjakan.

Warung Ijo
Warung Ijo di Pakem, Sleman (altologico.blogspot.com)

Priit.. 100 menit lepas jam 5 pagi kami pun mulai gowes. Untuk pemanasan kami menyusuri jalan Kaliurang. Tapi tak lama kami lewat jalan ini, selain jalanan mulai dipenuhi kendaraan bermotor, datangnya serombongan besar goweser dengan sepeda-sepeda mahal di-escort oleh voorijder Polisi dan diikuti oleh mobil2 tim official mereka semakin membikin jalan terasa penuh sesak. Kamipun putar haluan mencoba mencari rute alternatif yang lebih sepi.

Jalan Pedesaan

Keputusan kami lewat jalan pedesaan ternyata tepat. Selain rute yang jauh lebih lengang, view alam desa yang segar bebas polusi menjadi bonus tambahan. Sesekali kami bertemu rombongan pesepeda yang lain, ini cukup meyakinkan kami bahwa kami tidak sedang tersesat, hehe…

Jalanan masih relatif datar

Nah dari sini ini perjuangan saya dimulai. Trek yang semula menyenangkan, pemandangan indah hamparan sawah dan gemericik air di selokan tepi jalan mulai terganggu oleh kenyataan bahwa makin lama jalan didepan kami makin menanjak. Mulailah kelihatan perbedaan jam terbang gowes diantara kami. Semakin lama saya semakin jauh tertinggal. Sebenarnya mereka ini makanannya apa sih jalanan semakin menanjak tapi laju sepeda semakin cepat?

Tanjakan demi tanjakan semakin menggerus semangat saya. Lanjut apa putar balik? toh saya tidak kehilangan apa-apa jika putar balik. Tetap ngoyo sampai ke warung Ijo di Pakem atau balik saja lalu mampir di warung burjo yang bertebaran di segenap penjuru kota. Mengapa rute yang berat bagi saya ini tampak begitu enteng bagi teman-teman saya?. Perang batin ini semakin berat tatkala saya berpapasan dengan satu dua pesepeda yang lain yang meluncur turun dengan bahagianya. Anggukan kepala dan bunyi bel sepeda mereka seakang mengajak saya segera balik kanan ikutan turun.

Disini saya lalu teringat tausyiah pak ustadz tempo hari, segala sesuatu kembalikan lagi ke niatnya. Kalo niatnya sampai Pakem, ya harus istiqomah, harus konsisten. Akhirnya saya turun sejenak dari sepeda untuk meluruskan niat. Ambil minum barang seteguk, kumpulkan sisa-sisa tenaga lalu lanjut gowes lagi mengejar teman-teman saya yang sudah duduk santai lepas beban hidupnya di garis finish.

Kecamatan Pakem

Akhirnya dengan pandangan yang mulai berkunang-kunang, sampailah saya di Pakem. Setelah istirahat sebentar, kami segera menuju ke warung Ijo, tempat berkumpulnya para pesepeda. Sesampainya di warung Ijo, ternyata suasana sangat ramai. Warungnya penuh goweser, sampai-sampai enggak keliatan mana yang jualan. (ya iyalah wong liatnya dari seberang jalan, hehehe…). Apa boleh buat, niat jajan di warung Ijo harus kami tunda dulu.

Setelah beberapa saat berhenti di depan warung ijo dan yakin bahwa kami tidak akan kebagian tempat (tidak dalam waktu dekat), kami lanjut gowes lagi. Tujuan sekarang adalah mencari warung yang lain sambil turun balik ke kota Jogja.

Setelah beberapa saat meluncur bebas melewati jalanan yang menurun, kami berhenti untuk isi bensin di warung soto Hollywood. Warung yang cukup luas itu juga penuh sesak, kamipun harus mengantri sebentar untuk bisa dapat tempat duduk. Entah apanya yg bikin rame, yang jualan juga bukan bule-bule hollywood, dugaan saya sih harganya yang bersahabat dan tempe goreng kriyuknya, hehe…

Soto Hollywood
Warung Soto Hollywood. (Foto credit : makanjogja.com)

Setelah sukses mengganti kalori yang kebakar kamipun melanjutkan perjalanan. Etape terakhir dari gowes hari ini : pulang ke rumah. Dari sini kami mulai berpencar, sebagian ambil rute kanan masuk jalan Palagan Tentara Pelajar, sebagian ambil rute kiri masuk jalan tembus melalui kelurahan Condong Catur. Saya sendiri tetap setia meluncur turun menyusuri jalan Kaliurang. Jam 10.30 lebih dikit akhirnya sampai juga saya di rumah dengan perasaan lega. Lega karena pulang dengan selamat, lega karena pernah ikutan gowes kantor (walau cuman 1x) dan lega karena bisa segera makan lagi, hehehe…

Berhasil membakar 1011 kilo calori

Sampai jumpa di edisi gowes berikutnya….

7 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda
Silakan masukkan nama anda disini